Pages

Sejarah Berdirinya WhatsApp

    Sejarah Berdirinya WhatsApp

    Sejarah Berdirinya WhatsApp - Kita semua tentunya tau tengtang aplikasi chatting Whatsapp, semua orang yang memiliki smartphone saat ini kemungkinan besar memiliki aplikasi Whatsapp, karena selain gratis dan mudah digunakan aplikasi WhatsApp memiliki fungsi yang banyak sekali kelebihan dan kekurangan whatsapp,

    Sejarah Berdirinya WhatsApp
    Sejarah Berdirinya WhatsApp

    Manfaat WhatsApp

    • Bisa buat chatting,
    • update status,
    • kirim gambar dan dokumen,
    • juga melakukan panggilan suara dan
    • melakukan panggilan video,
    • dan lain sebagainya.

    Kelebihan WhatsAap

    1. Kontak yang ada di handphone akan otomatis sinkronisasi
    2. Mudah di gunakan
    3. Kustomisasi yang mudah
    4. Hadirnya Back Up chat
    5. Tersedia fitur stories

    Kekurangan WhatsAap

    1. Emoticion yang kurang menarik
    2. Sering minta update
    3. Volume data yang cukup besar

    Biografi Penemu WhatsApp

    Lalu siapa sih sebenarnya pendiri WhatsApp Apakah ia memiliki gelar pendidikan yang tinggi dan datang dari keluarga yang kaya raya?

    Ternyata tidak malahan pendiri WhatsApp itu berstatus DO alias tidak tamat kuliah, dia juga dulunya adalah pemuda miskin yang bahkan pernah menjadi gelandangan, gara-gara tidak memiliki uang sama sekali.

    Biografi Jan Koum

    Namanya adalah Jan Koum Ia lahir pada tanggal 24 Februari 1976 di daerah bernama Fastiv di bagian Kiev negara Ukraina Eropa Timur, Jan Koum Agama Yahudi.

    Ayahnya bekerja sebagai manajer konstruksi yang biasanya membuat sekolah dan rumah sakit di Ukraina, tetapi upahnya tidak besar tidak cukup untuk membiayai keluarga sedangkan ibunya tidak bekerja hanya seorang ibu rumah tangga saja.

    Kisah Hidup Jan Koum

    Sejarah Pendiri Whatsapp

    Jan Koum tinggal di daerah yang tidak memiliki banyak fasilitas listrik tidak ada bahkan untuk mandi saja ia harus mengantri dalam keadaan yang sangat dingin karena kota tempat tinggalnya memiliki suhu di bawah 20 derajat Celsius.

    Saat itu terjadi Gejolak politik di Ukraina dan meningkatnya gerakan anti Yahudi keluarga Jan Koum tidak bisa hidup tenang karena Jan Koum dan keluarganya adalah keturunan Yahudi sehingga mereka seperti dikejar-kejar dan mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.

    Pada tahun 1990 karena tidak lagi nyaman tinggal di negaranya Jan Koum memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat karena selain alasan keamanan keluarga Jan Koum pun berharap bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di sana.

    Jan Koum tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen yang kecil dan pengap sementara Ayahnya masih tinggal di Ukraina dan akan menyusul ke Amerika sesegera mungkin,

    tapi Malang pada tahun 1997 saat masih di Ukraina ayahnya meninggal dunia dan Jan Koum begitu sedih karena tidak bisa menghadiri pemakaman ayahnya, tetapi Jan Koum tidak boleh terus bersedih ia harus berjuang untuk hidupnya tidak ada orang yang akan mengetuk pintu rumahnya lalu datang menyelamatkan hidupnya,

    ia harus berusaha sendiri hidup di Amerika sangatlah keras Jan Koum harus gigih agar bisa terus bertahan hidup, keluarga Jan Koum pun berjuang ibu bekerja sebagai pengasuh anak, sedangkan Jan Koum sendiri menjadi penyapu toko, ia bahkan pernah bekerja sebagai pengangkut sampah dan tukang cuci piring di tempat makan,

    Ia melakukan apa saja demi mendapatkan uang untuk bertahan hidup, saking sulit kehidupannya saat itu Jan Koum mengandalkan jatah makanan gratis yang diberikan oleh pemerintah untuk para tunawisma atau juga biasa disebut Gelandangan.

    Jan Koum merasa tidak nyaman dengan kehidupannya ia ingin mengubah nasib Ia pun bersekolah kemampuan berbahasa Inggris membuatnya bisa mendapatkan salah satu sekolah di Amerika,

    Jan Koum adalah orang yang cepat belajar Ia mampu memahami pelajaran yang rumit dengan mudah dari beberapa mata pelajaran di sekolah ia paling tertarik dengan pelajaran pemrograman komputer,

    dan Karena ia merasa apa yang dipelajarinya di sekolah tidaklah cukup ia menabung uang agar bisa membeli buku-buku bekas tentang pemrograman komputer, setelah itu buku yang sudah ia baca itu ia jual lagi agar bisa kembali mendapatkan uang.

    Tidak hanya lewat buku Jan Koum pun belajar tentang komputer secara otodidak Bahkan ia tergabung dengan para komunitas hacker agar kemampuannya dalam komputer semakin berkembang.

    Hidup begitu sulit pada saat itu, pernah suatu ketika Jan Koum bajunya robek tapi ia tetap memakainya karena tidak ada lagi baju yang lainnya, saat di sekolah teman-teman itu mentertawakannya Jan Koumu merasa malu tapi tidak ada yang bisa Jan Koum lakukan selain Hanya berdiam saja.

    Malam harinya Ibu menjahit bajunya itu karena ia tidak memiliki uang untuk membelikan baju baru untuk anaknya Jan Koum melihat perhatian sang Ibu dan ia menjadi begitu bersedih, ia berjanji dalam hati jika suatu saat nanti ia memiliki banyak uang, ia akan membalas Budi ibunya dengan membelikannya baju yang banyak dan bagus bagus.

    Setelah lulus sekolah dan kau masuk ke San José State University pada tahun 1997, kejadian bersejarah terjadi pada kehidupan Jan Koum, ia bertemu dengan Brian Acton seorang karyawan dari perusahaan Yahoo yang kemudian menjadi teman terdekatnya.

    Brian Acton sangat Terpukau dengan kemampuan Jan Koum dalam hal komputer Brian Acton pun menyarankan Jan Koum untuk mendaftar di perusahaan Yahoo,

    awalnya Jan Koum ragu mana bisa ia diterima di sebuah perusahaan yang besar seperti Yahoo apalagi ia masih kuliah dan belum lulus tapi saatnya mendaftar dan mempraktekkan keahlian komputernya perusahaan sangat terkesan dengan kemampuannya dan ia pun diterima, di Yahoo Jan Koum bekerja sebagai seorang teknisi infrastruktur.

    Suatu ketika server Yahoo mengalami kerusakan mesin Jan Koum yang saat itu masih berada di ruang kelas mengikuti kuliah, ditelepon oleh David Filo salah satu orang penting di Yahoo dia marah-marah karena tahu Jan Koum masih kuliah Ia pun lalu meminta Senkom untuk segera datang ke kantor dan membantu memperbaiki server, Saat itu memang teknisi Yahoo masih sedikit sehingga semua orang di kerahkan.

    Setelah kejadian itu Jan Koum memutuskan keluar dari kuliah dan fokus bekerja lagipula sebenarnya Ia memang benci bersekolah, di tengah perjuangannya memperbaiki nasib Jan Koum harus menerima kabar yang pahit ibunya didiagnosis kanker dan pada tahun 2000 meninggal dunia.

    Jan Koum merasa sangat sedih dan kesepian beruntung sang sahabat Brian Acton terus mendukungnya, mereka memang bersahabat dalam susah maupun senang, bahkan saat Yahoo tempat dimana mereka bekerja mengalami jatuh bangun Jan Koum dan Brian Acton juga ikut merasakannya.

    Sejarah WhatsApp Singkat

    Sejarah Whatsapp Pdf

    Semasa di Yahoo Jan Koum sempat ditempatkan di divisi iklan, tapi ia sangat membencinya mungkin karena alasan itulah yang membuat WhatsApp bebas iklan.

    Pada tahun 2007 Jan Koum keluar dari perusahaan Yahoo setelah itu ia bersama Brian acton melamar pekerjaan di Facebook, Akan tetapi kenyataan tidak seindah dengan harapan mereka berdua ditolak bekerja di Facebook.

    Hingga Kemudian pada tahun 2009 saat perusahaan iPhone mengalami kemajuan yang pesat Jan Koum melihat potensi yang luar biasa pada perangkat seluler karena sebelumnya perangkat seluler itu hanya bisa untuk melakukan telepon dan mengirim SMS,

    tapi dengan iPhone telepon menjadi seperti komputer dalam genggaman tentu saja sebagai seorang pemrogram komputer hal itu sangat menarik bagi dirinya, Jan Koum membeli iPhone dan mempelajarinya.

    Jan Koum tertarik pada kumpulan kontak dan juga pada App Store, lalu muncul ide untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di iPhone, dari itulah Jan Koum membuat aplikasi yang bernama WhatsApp, sejarah whatsapp web.

    Baca Juga: Alasan Kenapa Hp Iphone Apple Mahal

    Ceo WhatsApp Indonesia

    Tampilan WhatsApp pertama kali Jan Koum bersama Igor Solomennikov seorang developer aplikasi iPhone lalu menciptakan aplikasi itu, dan pada bulan Februari 2009 Jan Koum Mendirikan perusahaan yang ia beri nama WhatsApp di California.

    Semua orang mengetahui WhatsApp dan sangat terbantu sekali dengan aplikasi tersebut bahwa dengan aplikasi itu orang bisa terhubung saling memberi kabar, menyapa mengirim foto, berbagi kisah melalui video, update status dan banyak hal menarik lainnya.

    Tapi mungkin tidak semua orang tahu dibalik lahirnya aplikasi yang sangat mengagumkan itu ada sebuah perjuangan keras yang sangat luar biasa, karena sesungguhnya pada awal dirilisnya WhatsApp jumlah penggunanya itu sangat sedikit sekali dan tidak ada uang yang bisa dihasilkan dari aplikasi WhatsAap.

    Jan Koum sempat akan menyerah dan meninggalkan WhatsApp untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan gaji, tapi sang sahabat Brian Action melarangnya,

    ia mengatakan Kamu jangan bodoh kamu sudah bekerja sejauh ini, kalau kamu menyerah semuanya akan sia-sia. Jan Koum pun akhirnya tidak jadi menyerah ia terus melanjutkan WhatsApp melanjutkan perjuangannya .

    Perkembangan WhatsApp di Indonesia

    Dan pada akhirnya semua hasil kerja kerasnya pun membuahkan hasil, WhatsApp mulai banyak digunakan oleh orang-orang, kemudian banyak fitur baru yang ditambahkan sehingga orang makin suka dan semakin banyak orang yang menggunakan WhatsApp.

    Kekayaan Jan Koum

    Aplikasi makin berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi hingga pada tahun 2011 aplikasi WhatsApp berhasil masuk dalam 20 besar aplikasi populer di App Store.

    Kekayaan Pendiri WhatsApp

    Dan pada tahun 2014 Jan Koum dan Brian Action menjual WhatsApp ke Facebook perusahaan yang dulu sempat menolak mereka, nilai penjualan itu adalah 19 miliar dolar tentu itu jumlah uang yang sangat besar sekali dan dari hasil penjualan itu, Jan Koum jadi orang sangat kaya raya.

    Beberapa hari setelah WhatsApp dibeli oleh Facebook Jan Koum melakukan sesuatu hal yang mengharuskan, Ia datang ke tempat saat ia berumur 16 tahun yang setiap pagi pada waktu itu ia ikut mengantri agar dapat jatah makanan gratis dari pemerintah,

    ia menyandarkan kepalanya ke dinding mengenang masa-masa sulitnya, pelan-pelan air matanya meleleh karena Jan Koum teringat dengan ibunya yang telah meninggal dunia.

    Ia ingat perjuangan ibunya pada waktu itu yang sampai rela menjaitkan baju robek miliknya karena tidak memiliki uang untuk membeli baju yang baru, semua dilakukan ibu agar bisa berhemat demi bisa bertahan hidup.

    Sekarang saatnya sudah sukses memiliki banyak uang untuk membeli banyak baju ibunya malah sudah tidak ada.

    Baca Juga: Sejarah Profil Perusahaan Samsung

    0 Response to "Sejarah Berdirinya WhatsApp"

    Post a comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel